JAKARTA – Seringkali tanaman yang dijual di toko memiliki akar yang dikemas rapat di dalam wadah. Banyak orang mengira bahwa tanaman dengan akar yang lebat adalah pilihan yang lebih baik daripada tanaman dengan akar yang jarang, padahal sebenarnya tidak demikian.
Ketika ditanam di kebun, tanaman yang terikat dengan akar sering kali terus mengembangkan akarnya dengan cara melingkari batangnya dengan rapat dan tidak menyebar ke tanah di sekitarnya. Tanaman itu akhirnya bisa tercekik sendiri. Pilihan yang jauh lebih baik adalah tanaman dengan akar yang longgar, dengan banyak tanah di sekitar akarnya.
Baca juga: 8 Cara Percantik Taman Rumah dengan Bunga, Bikin Suasana Segar
Berikut cara memilih tanaman di toko yang tidak terikat akar, dilansir dari The Spruce, Sabtu (24/4/2021).
1. Mengidentifikasi tanaman yang terikat akar
Sebelum membeli tanaman, periksa bagian bawah wadah atau pot tanaman. Jika ada akar menyembul melalui lubang air/drainase, kemungkinan besar tanaman terikat pada akar. Tanaman yang sangat terikat dengan akar bahkan mungkin sulit dikeluarkan dari pot karena akarnya terikat dengan kuat melalui lubang drainase.
Baca juga: Tanam Tomat di Rumah, Begini Caranya Biar Subur
Bisa juga dengan memeriksa akar dengan mengeluarkan seluruh tanaman keluar dari wadahnya. Petugas toko biasanya tidak masalah dengan ini, asalkan tidak merusak tanaman saat memeriksanya. Cukup pegang tanaman pada batang utamanya di antara ibu jari dan telunjuk, lalu angkat sambil menarik pot ke bawah.
Jika ada kumpulan akar putih yang melingkar di sekitar tepi tanah, ini bukan tanaman yang baik. Akar semacam ini dapat dengan mudah meluncur keluar dari wadah dalam kumpulan akar putih yang terbentuk menjadi bola keras. Tanaman menjadi terikat pada akar karena sejumlah alasan, biasanya karena tidak mendapatkan cukup nutrisi atau air.