Akan tetapi, menurut Djoko, dengan sudah digantinya direksi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) digantikan dari BUMN perkeretaapian, ini merupakan hal yang tepat.
“Saya kira ini tepat sekali karena sudah mau mengarah operasional sehingga bisa menggandeng PT Kereta Api juga nantinya. Dengan adanya direksi umpanya dari PT Kereta Api, berharap bahwa ini akan terjadi efesiensi dalam hal penganggaran dan tidak terjadi pembengkakan,” terang dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta konsorsium BUMN yang terlibat dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menghitung lebih rinci pembengkakan biaya dari pekerjaan proyek tersebut.
Diketahui, hal ini ditempuh sebelum pemerintah dan anggota konsorsium bernegosiasi dengan investor China sebagai mitra proyek terkait dengan pembengkakan biaya tersebut.
(Dani Jumadil Akhir)