JAKARTA - Ada pembengkakan pada biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Saat ini, pembengkakan biaya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sedang dihitung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai, perhitungan pada awal pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kurang cermat, sehingga menyebabkan ada pembengkakan biaya.
"Mungkin pada saat awal perhitungannya kurang cermat ya. Biasanya kan hanya menghitung biaya konstruksi saja, namun belum memperhitungkan biaya operasional. Bisa jadi selama ini kan yang jadi leading dari perusahaan BUMN karya yang tentunya mereka lebih fokus pada persoalan teknis,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (26/4/2021).
Baca Juga: Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak 20%, Tambahannya dari Mana?
Dia mengatakan, kereta cepat dianggap sebagai kereta yang baru untuk Indonesia, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang juga baru.
“Dalam perjalanannya saya kira mereka baru mulai menghitung berapa kira-kira kebutuhan SDM yang diperlukan, kemudian untuk persiapan apa saja ke arah sana, termasuk juga dalam pengembangan IT-nya nanti,” kata Djoko.