Adapun, Lima Dua Lima Tiga akan menggunakan 91,80% dari dana IPO sebagai modal kerja, dengan rincian sebesar 8,01% untuk pembayaran sewa gerai selama setahun yang terletak di SCBD hingga Rp2,25 miliar.
Kemudian, 91,99% lainnya akan digunakan untuk kegiatan operasional seluruh gerai, seperti pembayaran gaji karyawan, proses rekrutmen, pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang terintegrasi untuk pengelolaan gerai, dan biaya-biaya pemasaran yang dibutuhkan untuk tujuh gerai baru.
Lalu, 8,20% akan digunakan untuk membayar pihak ketiga dalam rangka renovasi gerai SBCD, sekitar Rp2,5 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)