JAKARTA - Pandemi Covid-19 mempengaruhi berbagai macam aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari kesehatan hingga perekonomian terkena imbas adanya pandemi Covid-19.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pandemi sangat memberikan dampak cukup signifikan bagi sisi kesehatan hingga perekonomian masyarakat. Bahkan, dampak sosial ekonomi masyarakat akibat pandemi ini bisa memperburuk permasalahan gizi anak.
Baca Juga: Fakta Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 17 Siap Dibuka
"Bencana global, dengan adanya pandemi sangat berikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat dari sisi kesehatan, sosial hingga perekonomian. Dampak sosial ekonomi akibat pandemi memperburuk permasalahan gizi anak," ujarnya dalam acara Webinar Sosialisasi Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID), dan APBD 2022 untuk Percepatan Penurunan Stunting, Senin (24/5/2021).
Menurut Sri Mulyani, pandemi Covid-19 juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk menurunkan angka stunting. Apalagi, komitmen pemerintah menurunkan angka stunting ini sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Baca Juga: PNS Work From Bali, Ekonom: Bisa Bantu Pariwisata
Sri Mulyani menjelaskan, pada tahun 2019, angka prevalensi stunting di Indonesia sudah mengalami penurunan. Namun jika dilihat dari persentasenya masih cukup tinggi karena berada di angka 27,7%.
"Pandemi Covid menambah tantangan pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting 14% di tahun 2024 seperti tertuang dalam RPJMN," ucapnya.