Marine menyimpulkan bahwa berdasarkan Data Rumah.com Indonesia Property Market Index pada kuartal kesatu 2021 menunjukkan terjadinya penurunan harga properti.
Namun, pasar properti nasional diperkirakan masih akan tetap stabil mengingat penurunan harga properti lebih dipengaruhi oleh turunnya harga apartemen. Sebaliknya, harga properti untuk segmen rumah tapak masih meningkat. Hal lain yang dapat menjaga optimisme pasar properti di 2021 adalah masih tingginya pencarian properti pada kuartal pertama 2021 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah adalah sejumlah wilayah yang masih tetap menunjukkan kenaikan harga properti, terutama di segmen rumah tapak. Hal ini terutama terlihat pada kota-kota favorit pencarian properti seperti Tangerang, Depok, Bekasi, dan Semarang.
“Preferensi konsumen akan rumah tapak yang dekat dengan pusat kota belum sebanding dengan anggaran yang disediakan, yakni di bawah Rp1 miliar,” jelas Marine.
Turunnya harga properti dan naiknya suplai properti menunjukkan bahwa pasar properti masih berada dalam situasi buyer’s market di mana bagi konsumen yang sudah siap secara finansial, inilah saat terbaik untuk membeli properti.
Konsumen juga akan semakin dimanjakan oleh stimulus Pemerintah berupa penghapusan PPN, pembelian properti tanpa uang muka, serta tren suku bunga yang terus turun.
(Dani Jumadil Akhir)