Lanjutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab pada tahun ini bahwa penerimaan dividen BUMN mengalami penurunan menjadi Rp26,13 triliun.
“Jadi, kenaikan hanya 9,07% atau menjadi Rp28,5 triliun. Ini bisa dikatakan juga kenaikannya belum signifikan, walau kalau dilihat persentasenya ini pertumbuhan cukup baik. Namun, secara keseluruhan harusnya masih bisa lebih dari itu kontribusi dividen BUMN,” ujar Riska.
(Dani Jumadil Akhir)