Menurut dia, situasi ini dapat dikatakan sebagai anomali. Namun, perlu dicatat, ketika likuiditas sangat melimpah, perbankan sangat berhati-hati dalam menyalurkan kredit.
"Ini tentunya harus kita pahami dan mempercepat bagaimana agar mereka recover dan ini bagaimana kita mempercepat penanganan COVID, protokol kesehatan yang tinggi dan tetap kita memberikan ruang untuk tumbuh namun dalam kondisi yang aman," pungkas Wimboh.
(Dani Jumadil Akhir)