Data mengecewakan dari Eropa mengirim euro menuju level terendah dalam tiga bulan terhadap dolar. Lembaga penelitian ekonomi ZEW melaporkan, pesanan untuk barang-barang buatan Jerman mencatat penurunan paling tajam pada Mei sejak penguncian pertama pada 2020. .
Data tersebut melemahkan euro dengan turun 0,37% pada USD1,18235 terhadap greenback. Itu jatuh ke level terendah awal April di USD1,1807.
Sementara itu, Sterling turun 0,34% terhadap dolar pada USD1,38005 setelah mencapai tertinggi di USD1,3888, dengan pasar menantikan Inggris menjadi negara besar pertama yang secara resmi mulai hidup dengan virus corona.
Dolar Selandia Baru turun 0,27% menjadi USD0,70135, menghapus kenaikan yang dibuat sebelumnya karena para pedagang bertaruh kenaikan suku bunga bisa terjadi pada awal November menyusul survei kondisi bisnis yang sangat kuat.
(Feby Novalius)