Lanjutnya, mengkaji kembali investasi yang ada saat ini dirasa penting, agar dana yang sudah dialokasikan lebih berimbang dan bisa menunjang kebutuhan darurat saat ini.
Kemudian, Mike menyarankan, agar setidaknya seseorang mempunyai alokasi investasi yang berjumlah enam hingga 12 kali dari pengeluaran rutin bulanan. Lalu, dana tersebut di tempatkan dalam suatu produk investasi yang berisiko kecil tetapi bisa memberikan keuntungan.
“Contohnya, kombinasi antara deposito dengan reksa dana pasar uang dan emas. Nah, itu bisa menjadi alokasi investasi yang lebih bisa mendukung atau yang lebih cocok pada saat situasi darurat ini,” ucap dia.
(Dani Jumadil Akhir)