Pefindo sendiri ungkap Niken menguasai 73% pangsa pasar pemeringkat obligasi korporasi di sepanjang semester pertama 2021 yaitu sebesar Rp13,35 triliun. Adapun sektor terbanyak yang diperingkat Pefindo adalah sektor multifinance sebesar Rp5,04 triliun, sektor industri pembiayaan sebesar Rp4,65 triliun, dan sektor perkebunan sebesar Rp1,50 triliun.
Saat ini, Pefindo telah menerima Rp59,11 triliun mandat surat utang korporasi yang belum listing hingga saat ini. Berdasarkan data Pefindo, total rencana penerbitan surat utang korporasi terbanyak yang belum listing berjumlah Rp13,00 triliun dari satu perusahaan induk. Kemudian di posisi kedua adalah sektor konstruksi, di mana empat perusahaan menyiapkan emisi obligasi sejumlah Rp6,67 triliun. Menyusul di bawahnya yaitu sektor multifinansial sebanyak Rp4,20 triliun.
(Feby Novalius)