JAKARTA - Serikat Bersama Karyawan Garuda Indonesia Bersatu (Sekber) mencatat ada dua masalah utama yang dihadapi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Kedua masalah ini dinilai harus menjadi perhatian Kementerian BUMN.
Koordinator Sekber Karyawan Garuda Indonesia, Tomy Tampatty menyebut, masalah tersebut dari sisi keuangan atau utang emiten senilai Rp70 triliun dan menurunnya kinerja operasional akibat dari dampak Covid-19.
"Bahwa saat ini ada dua permasalahan utama Garuda Indonesia yang harus menjadi perhatian para pengambil keputusan, pertama permasalahan keuangan terutama utang yang cukup besar ditambah lagi dengan menurunnya kinerja operasional akibat dari dampak Covid-19," ujar Tomy di kawasan Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/8/2021).
Baca Juga: Sambangi Kantor Erick Thohir, Karyawan Garuda Indonesia Bahas Utang Rp70 Triliun
Kedua adalah permasalahan fundamental bisnis yang perlu ditata kembali dan dikelola secara optimal guna mengoptimalisasi pendapatan. Tomy menilai, untuk menghadapi kondisi tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang memahami sektor bisnis airlines.
Dia berpandangan, selama ini manajemen terkesan berasumsi bahwa masalah Garuda hanya masalah keuangan semata. Akibatnya, manajemen berkutak kutik pada proses reengineering bidang keuangan semata termasuk restrukturisasi hutang sebagai pilar utamanya