Sebab, PCR sebagai salah satu syarat perjalanan untuk penumpang yang baru divaksin dosis pertama tercatat mahal. Bahkan, lebih mahal dari harga tiket pesawat itu sendiri.
Koordinator Sekber Garuda Indonesia Tomy Tampatty menyebut, pemerintah perlu mempertimbangkan kembali aturan yang baru saja diterbitkan tersebut.
"Kami sangat berharap pemerintah meninjau pemberlakuan PCR terhadap penumpang pesawat udara. kalau PCR-nya fungsi mendeteksi Covid sama dengan antigen, kenapa terjadi perbedaan antara penumpang pesawat udara dengan moda transportasi lainnya, dan ini cukup tinggi harganya malah PCR lebih tinggi dari harga tiket," ujar Tomy saat ditemui di kawasan Kementerian BUMN, Selasa (10/8/2021).
Menurutnya, kebijakan yang tak seimbang menjadi faktor lain menurunnya penumpang pesawat.
"Ditambah juga memang kondisi Covid, kami sangat berharap itu ditinjau kembali," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)