PT Timah Bakal Bangun Hilirisasi Logam Tanah Jarang meski Teknologi Dikuasai China

Antara, Jurnalis
Sabtu 21 Agustus 2021 16:36 WIB
Bijih tambang (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Timah Tbk akan membangun hilirisasi logam tanah jarang. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan nasional di tengah pendemi COVID-19.

“Dalam hal pengumpul sebagai korporasi, kami siap membangun hilirisasi jika ada teknologi yang proven kapasitas feed 1.000 ton/tahun," kata Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk Alwin Albar dilansir dari Antara, Sabtu (21/8/2021).

Baca Juga: Teknologi KESDM Perpanjang Umur Produksi Biji Timah hingga 12 Tahun

Dia mengatakan estimasi kemampuan produksi pengolahan monasit untuk menghasilkan logam tanah jarang PT Timah Tbk sebesar 1.000 hingga 2.000 ton per tahun dan untuk mengoptimalkan mineral ikutan bijih timah itu dibutuhkan teknologi komersil yang memadai.

"Kami mengakui, saat ini kita kesulitan informasi teknologi komersil pengolahan monasit untuk menghasilkan logam tanah jarang yang sangat terbatas," ujarnya.

Baca Juga: Konflik PT Timah dan Nelayan, Gubernur Babel Galau

Menurut dia, saat ini teknologi komersil pengolahan logam tanah jarang ini dikuasai oleh China. Oleh karena itu, PT Timah kesulitan dalam memperoleh teknologi pengolahan monasit secara komersial.

"Kami perlu dukungan pemerintah untuk memperolah teknologi hilirisasi selanjutnya, agar mineral ikutan bijih timah ini dapat dikelola dan memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan perekonomian nasional khususnya Bangka Belitung," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya