Dear Investor, Ini Sentimen yang Akan Pengaruhi IHSG Selama Sepekan

Aditya Pratama, Jurnalis
Senin 23 Agustus 2021 08:48 WIB
IHSG Selama Sepekan (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama pekan keempat bulan Agustus 2021 akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.

Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee mengatakan, sentimen pertama IHSG akan dipengaruhi dari kabar The Fed yang telah membahas mulai menghapus beberapa stimulus moneter, kemungkinan perubahan kebijakan terjadi sebelum akhir tahun ini karena ekonomi Amerika Serikat mendapatkan momentum pemulihan yang kuat. Pejabat The Fed menegaskan bahwa tapering tidak selalu berarti kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

"Pelaku pasar khawatir Federal Reserve dapat menghapus stimulus tahun ini, ditengah perlambatan ekonomi yang terpukul karena penyebaran Covid-19 varian Delta Covid. Tetapi kekhawatiran the Fed dapat memulai kebijakan moneter ketat lebih cepat dari perkiraan mulai mereda di akhir pekan, dimana bursa saham Wall Street terlihat menguat," ujar Hans dalam keterangan tertulis, Senin (23/8/2021).

Sentimen selanjutnya, Hans menyebut bahwa fokus pelaku pasar pada pekan ini adalah pada konferensi tahunan bank sentral atau yang dikenal sebagai forum Jackson Hole, Wyoming, yang berlangsung 26-28 Agustus minggu depan. Chairman The Fed Jerome Powell mungkin saja dapat memberi sinyal bahwa the Fed siap untuk mulai mengurangi dukungan moneter. Jerome Powell akan berbicara tentang "prospek ekonomi", di mana beberapa analis memperkirakan dia akan menyusun roadmap lebih jelas tentang rencana tapering bank sentral Amerika Serikat.

Baca Juga: 4 Fakta IHSG Anjlok 1,77% dalam Sepekan

"Taper tantrum berpotensi membuat aset-aset berisiko turun dalam jangka pendek, termasuk pelemahan mata uang negara seperti rupiah," kata dia.

Selanjutnya, sentimen terhadap pergerakan IHSG pekan ini juga akan dipengaruhi dari berbagai negara seperti di China yang telah memberlakukan metode desinfeksi yang lebih ketat di pelabuhan, menyebabkan kemacetan dan berpotensi mengganggu pasokan barang. China telah menerapkan lockdown lagi yang mempengaruhi pengiriman dan rantai pasokan global.

China bertindak keras menekan pandemi menjadi minimal, yang merupakan ancaman langsung untuk profil permintaan di sana. Negara-negara termasuk Australia telah meningkatkan pembatasan perjalanan. Amerika Serikat dan China juga telah memberlakukan pembatasan kapasitas penerbangan. Sejumlah negara Asia mengumumkan menerapkan langkah-langkah drastis untuk mengekang kebangkitan Covid-19 karena munculnya varian Delta.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Koreksi, Pantau 6 Saham Ini

"Disisi lain beberapa perusahaan AS telah menunda rencana membuka kantor. Apple Inc, perusahaan AS terbesar berdasarkan nilai pasar, menunda pembukaan kantor bagi pekerjanya hingga awal 2022. Nampaknya ekonomi global akan mengalami dampak perlambatan pemulihan akibat varian Delta," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya