JAKARTA - Tips mengatur gaji agar tidak numpang lewat. Saat ini hampir semua pekerja mendapatkan gaji. Momen gajian paling ditunggu-tunggu para pekerja.
Sebab, gaji dibutuhkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari seperti membayar utang, membayar cicilan rumah, dan lain sebagainya.
Namun, saat gajian seringkali seseorang kalap membeli hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan tanpa mengalokasikan dana untuk hal penting terlebih dulu. Akibatnya, uang yang didapat akan lebih cepat habis di awal bulan.
Untuk menghindari hal tersebut, Perencana keuangan dan CEO Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie membagikan tips agar gaji tidak cepat habis. Pertama mulai dari menyisihkan untuk zakat, hingga alokasi untuk living-saving-playing.
“Mau kan gajian enggak cepet abis? Ini caranya. Pastinya sisihkan yang wajib dulu seperti zakat, terus lanjut yang sukarela seperti sedekah, donasi, bantuan dan lainnya,” tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, Jumat (27/8/2021).
Berikut tips yang bisa dilakukan agar gaji tidak cepat habis:
1. Living: pengeluaran rutin buat hidup kita. Seperti cicilan, tagihan, makan dan minum, pengeluaran prokes, rumah/kost, transport, urusan anak. Kalau bisa dialokasikan sebesar 50% dari gaji yang didapat.
2. Saving: buat masa depan kita. Ini dibagi lagi buat dana darurat, nabung-nabung, investasi dan beli proteksi. Besarnya 30% dari gaji.
3. Playing: pengeluaran keinginan. Ini adalah jatah self-reward, misalnya kasih-kasih hadiah, atau apa saja. Kalau pintar bisa alokasi di atas, jatah ini bisa besarnya 20% dari gaji.
“Buat yang protes cicilan kegedean, lihat deh dengan budget ini total pengeluaran kamu= 70% dari gaji lho. Ya udah atur aja self-reward kamu,” ujar Prita.
(Dani Jumadil Akhir)