3. Jadi Operator Peti Kemas Terbesar ke-8 Dunia
Tiko menuturkan bahwa proses merger ini dapat membuat kedudukan perusahaan operator terminal peti kemas berada di level global dan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya.
Tiko meyakini Pelindo akan menjadi operator peti kemas terbesar ke-8 di dunia, sebagaimana pernah disampaikan oleh Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono.
"Visi Pelindo bersatu untuk menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia, khususnya dalam standar pelayanan," katanya dalam konferensi media (1/9).
4. Punya 3 Sistem Objektif
Direktur Utama Pelindo III Arif Suhartono menyatakan mergerisasi Pelindo ini memiliki 3 sistem objektif baik dari segi nasional maupun korporasi.
Pertama, Pelindo akan meningkatkan skala usaha dan menciptakan nilai BUMN dalam perbaikan layanan Pelabuhan. Hal ini dicapai melalui pemaksimalan operasional, strategi komersial, dan manajemen keuangan.
Kedua adalah penguatan ekosistem pelayanan logistik. Arif menilai bawa ekosistem logistik mampu memberikan dampak terhadap ekonomi nasional.
“Dari segi ekosistem tentunya akan berdampak positif pda perekonomian nasional dan nantinya dapat menguatkan ekosistem logistik di Indonesia,kita memiliki capability yang berbeda beda kita melihat adanya operasi yang berbeda dan masing masing memiliki capex yang berbeda,” tutur Arif.
Terakhir, yaitu konektivitas dan standarisasi pelayanan. Proses mergerisasi Pelindo akan memaksimalkan alur konektivitas layanan dengan menerapkan acuan standarisasi.
Hal ini dilakukan untuk mendukung penurunan biaya logistik nasional serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
“Pelabuhan Nasional yang baik adalah harus di semua tempat. Kami melihat bahwa model saat ini ada empat model Pelindo keempatnya adalah entitas yang terpisah sehingga kurang koordinasi dalam operasi standarisasi proses dan layanan dan akan memperbaiki logistik kost dan capex juga akan maksimal,” tegas Arif.
(Dani Jumadil Akhir)