JAKARTA - Kembangkan ekspansi bisnisnya di sektor energi, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) jajaki bisnis energi baru terbarukan (EBT). Hal ini dilakukan tidak hanya dengan menjajaki tambang mineral berbasis energi hijau (green energy), namun juga masuk ke proyek panel atap tenaga surya.
Direktur Utama Indo Tambangraya Megah, Mulianto mengatakan, dalam 5-10 tahun mendatang, perseroan masih akan fokus pada bisnis batu bara. Namun demikian, perseroan sedang menjajaki tambang mineral berbasis clean tech atau green energy.
”Mineralnya banyak bisa bauksit, nikel, emas dan tambang mineral lain yang mendukung transformasi ke depan," ujarnya seperti dilansir Harian Neraca di Jakata, Kamis (9/9/2021).
Baca Juga: 23 Perusahaan Masuk Pipeline IPO di BEI, Ada Sektor Teknologi dan EBT
Selain menjajaki tambang mineral baru, Indo Tambangraya Megah juga mulai mencari mitra untuk instalasi panel atap tenaga surya. Mulianto mengungkapkan, perseroan sedang memfinalisasi rencana konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pelabuhan Melak. PLTS ini dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi untuk memastikan pasokan listrik yang memadai dan stabil.
Menurut Mulianto, dalam transformasi yang dicanangkan Indo Tambangraya, pengembangan bisnis batu bara tetap dilakukan. Karenanya, perseroan akan terus mengeksplorasi tambang batu bara untuk menambah cadangan yang ada. Adapun perseroan saat ini tengah mengembangkan tambang PT Graha Panca Karsa (GPK) di wilayah Kalimantan Timur.
Baca Juga: Idea Indonesia (IDEA) Melantai di Bursa, Jadi Emiten ke-38 pada 2021
Perseroan juga tengah mempersiapkan tambang PT Tepian Indah Sukses (TIS) dan PT Nusa Persada Resources (NPR) yang akan beroperasi pada tahun depan.
Sementara dari sisi produksi, perseroan menargetkan produksi batubara sebanyak 19-19,9 juta ton. Produksi ini berasal dari tambang Indominco Mandiri, Group Melak-Trubaindo dan Bharinto, Kitadin Embalut dan Tandung Mayang, serta Jorong.