Tentang Sanxingdui, situs arkeologi zaman perunggu ini diperkirakan berada di jantung Negara Bagian Shu, sebuah kerajaan yang memerintah di Sichuan Barat sebelum akhirnya ditaklukkan pada 316 SM.
Temuan di situs tersebut pun menunjukkan bukti keunikan budaya Shu yang berkembang secara independen. Secara tradisional, kerajaan ini dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban Tiongkok. Pasalnya, ditemukan juga serat sutra dan sisa-sisa tekstil di dalam lubang.
Saat ini, mayoritas benda yang ditemukan di Sanxingdui dipajang di museum, meskipun penggalian pada dua lubang sisanya masih berlangsung.
Sanxingdui belum diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO, tetapi situs ini telah ada dalam daftar tentatif untuk pertimbangan ke depannya. Bersama situs arkeologi zaman Shu lainnya, Sanxingdui digambarkan sebagai "perwakilan luar biasa dari Peradaban Zaman Perunggu China, Asia Timur, dan bahkan dunia" oleh PBB.
(Feby Novalius)