Tips Memulai Trading Saham, Cermat Memilih Sekuritas

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Sabtu 02 Oktober 2021 21:07 WIB
Tips Memulai Investasi saham (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Ada beberapa hal yang harus dicermati saat memulai investasi saham. CEO & Founder Lumen Capital Resources dan Akela Trading System Hary Suwanda membagikan sebuah tips bermanfaat untuk seseorang apabila ingin memulai investasi di pasar modal.

Menurutnya, memastikan legalitas sekuritas menjadi hal terpenting sebelum memulai investasi supaya aman dan nyaman dalam pelaksanaannya.

Baca Juga: Korban Platform Investasi Ngadu ke OJK: Dapat Email Padahal Nggak Daftar

"Pastikan Sekuritasnya resmi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, itu gampang ngeceknya, di website resmi Bursa Efek Indonesia bisa dicek disitu, setelah kita menggunakan sekuritas resmi BEI maka otomatis account kita itu rekeningnya itu terpisah dari rekening perusahaan, namanya RDN, rekening dana nasabah," ujarnya kepada MNC Portal, Sabtu (2/10/2021).

Kemudian menurutnya apabila sudah menemukan Sekuritas yang tepat maka tinggal bagaimana seseorang itu melakukan tradingnya, apakah mau melakukan invetasi long term, atau short term.

"Kalau kita mau trading atau inves itu kan yang paling penting memastikna sekuritasnya dimana, legaslitasnya seperti apa, resmi atau tidak," sambung Hary Suwanda.

Baca Juga: Investor Pasar Modal Didominasi Milenial, Usia di Bawah 30 Tahun Cari Cuan

Kemudian langkah selanjutnya sebelum memulai investasi adalah tentukan tujuannya, apakah untuk investasi jangka panjang atau ingin membangun income bulanan. "Kan sekarang memang marak karena PPKM dan WFH, jadi banyak orang yang membutuhkan, bagaimana cara, sembari kita work from home, kita menghasilkan income," lanjutnya.

Menurutnya Kalau untuk mencari income tambahan selama work from home, cocoknya adalah melakukan trading short term, sedangkan kalau untuk investasi jangka panjang berarti penting untuk menghitung valuasi.

"Kalau tujuannya tidak jelas, maka yang biasa terjadi itu seperti, misal ada orang yang mau short term trading, itu kan ada manajemen risikonya, berarti ketika saham yang dibeli dia balik turun, dalam batas tertentu kita harus siap untuk stokloss, itu sudah konsekuensinya short term trading," lanjutnya.

Dalam kesempatan Hary juga sekaligus memberikan tips yang biasa digunakannya supaya lebih mudah melakukan sebuah proses investasi. "Biasanya kalau saya, supaya lebih memudahkan, account nya dibagi, apakah dalam sekuritas yang sama atau sekuritas yang berbeda silahkan, yang jelas misal rekening A untuk invest jangka panjang, udah selesai, jangan ditengok-tengok lagi," jelasnya.

Kemudian Hary menjelaskan, account atau rekening yang B ini untuk trading short term, dan melakukan transaksinya direkening yang B itu. "Direkening yang satu lakukan short term, yang jangka panjang disimpan, nah kalau seperti itu enak," kata Hary.

Hary juga mengingatkan kepada masyarakat yang hendak memulai investasi hendaknya perlu sebuah proses belajar. Terjun ke pasar modal bukan hanya membutuhkan dana, namun perlu dibekali ilmu yang cukup.

"Coba dilihat, butuh berapa lama seseorang untuk menjadi ahli medis profesional, itu kan tahun-tahunan, nah trader yang sering kali terjadi adalah trading saham hari ini memutuskan mau jadi trader saham, hari ini buka account, belajarnya tidak ada, besok mau langsung transaksi," sambung Hary.

"Nah sering kali yang banyak dilupakan masyarakat adalah faktor belajar skillnya, pelajari dulu aturan bursanua seperti apa, cara milih sahamnya seperti apa, terus menentukan timingnya kapan saja, beli kapan saja, cara jualnya bagaimana, dan itu banyak ilmunya," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya