Kapasitas Pembangkit Energi Baru Terbarukan Tambah 386 Megawatt, Ini Rinciannya

Antara, Jurnalis
Sabtu 23 Oktober 2021 08:41 WIB
Energi Baru dan Terbarukan (Foto: Okezone)
Share :

Angka distribusi biodisel tercatat sebesar 6,64 juta kiloliter atau setara 72,17% dari target yang ditetapkan sebesar 9,2 juta kiloliter untuk tahun ini.

Dadan mengatakan Program B30 masih terus dijalankan untuk seluruh sektor, namun ada beberapa pengecualian seperti peralatan di TNI yang berada di dataran tinggi yang memang tidak sesuai secara spesifikasi. Pengembangan program biodiesel harus melalui uji teknis dan dukungan dari berbagai stakeholder.

Direktorat Jenderal EBTKE merekomendasikan skema pencampuran yang menggunakan B30 eksisting dicampur dengan biodiesel yang spesifikasinya sudah ditingkatkan dan jauh lebih baik, atau skema lain B30 yang dicampur dengan green diesel (D100).

"Ke depan tidak hanya biodiesel yang kita dorong, juga program biofuel lain yang berbasis sawit misalkan bensin sawit atau Bensa, bio avtur, juga bio CNG," jelas Dadan.

Di lain sisi, meski terjadi penambahan kapasitas pembangkit listrik hijau, persentase bauran energi baru terbarukan justru mengalami penurunan sebesar 0,3% jika dibandingkan data tahun lalu.

Pada 2020, realisasi bauran energi baru terbarukan tercatat sebesar 11,2%. Sedangkan kuartal III tahun ini justru turun menjadi 10,9%.

Dadan menjelaskan faktor penyebab penurunan itu akibat kenaikan pemanfaatan energi fosil yang terjadi sejak Januari tahun ini. Beberapa pembangkit fosil yang rampung itu merupakan proyek 35.000 megawatt yang digagas pada 2015 lalu.

Pemerintah mencatat angka realisasi penurunan emisi telah mencapai 69,5 juta ton karbon dioksida ekuivalen hingga September tahun ini. Aksi mitigasi yang menyumbang reduksi emisi paling besar berupa implementasi energi baru terbarukan, aplikasi efisiensi energi, dan penerapan bahan bakar rendah karbon yang bersumber dari gas alam.

Dari sisi penggunaan APBN 2021, Direktorat Jenderal EBTKE mendorong dan membangun fasilitas energi baru terbarukan, seperti PJU-TS, PLTS untuk pos jaga TNI dan pos pengamatan gunung api yang berada di wilayah cukup sulit untuk dibangun pembangkit dan jaringan listrik.

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan program pengadaan dan distribusi paket alat penyalur daya listrik (APDAL) di desa belum berlistrik terutama di wilayah Papua dan Papua Barat.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya