Hingga semester I/2021, HMSP membukukan penjualan bersih Rp47,63 triliun pada semester I/2021, naik 6,47 persen secara year on year dibanding periode yang sama tahun lalu yakni Rp44,73 triliun. Meski mencatatkan kenaikan dari sisi pendapatan, laba periode berjalan HMSP terkoreksi, dari Rp4,88 triliun pada paruh pertama tahun lalu menjadi Rp4,13 triliun di paruh pertama tahun ini atau turun 15,40%.
Emiten produsen rokok bakal memacu penjualan segmen sigaret kretek tangan (SKT) sebagai salah satu upaya memulihkan kinerja keuangan. Tercatat sepanjang tahun 2020, perseroan menjual 79,5 miliar batang atau turun 19,3% dibandingkan dengan penjualan rokok 2019 sebesar 98,5 miliar batang. Sejalan dengan itu, HMSP juga mengalami penurunan pangsa pasar sepanjang 2020 menjadi hanya sebesar 28,8% dari total penjualan rokok domestik sebesar 276,3 miliar batang. Sebelumnya, pangsa pasar HMSP pada 2019 sebesar 32,2% dari total penjualan rokok domestik sebesar 305,7 miliar batang.
Presiden Direktur HM Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis pernah bilang, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai bagi segmen SKT pada tahun ini dapat membantu kinerja perseroan dan melindungi para pekerja.“Keputusan pemerintah itu memberikan peluang bagi perseroan untuk memulihkan kinerja. Oleh karena itu, perseroan akan meningkatkan pekerja di kategori itu, sekaligus memacu penjualan,” ujarnya.
(Taufik Fajar)