Bye Batu Bara, Pemimpin G20 Sepakat Setop Pembiayaan PLTU

Agregasi VOA, Jurnalis
Senin 01 November 2021 16:07 WIB
Batu Bara (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Para pemimpin negara-negara G20 di Roma sepakat untuk bekerja keras mencapai netralitas karbon selambat-lambatnya pada pertengahan abad ini dan berjanji untuk mengakhiri pembiayaan bagi pembangkit batu bara di luar negeri pada akhir tahun 2021 ini.

Namun mereka gagal menyepakati penghapusan penggunaan batu bara secara bertahap di dalam negeri.

Menanggapi kesepakatan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mencuit di akun media sosial Twitter miliknya. “meskipun saya menyambut komitmen negara-negara #G20 untuk solusi global, ada beberapa harapan saya yang tidak tercapai ketika meninggalkan Roma – tetapi setidaknya harapan itu tidak terkubur," katanya, Senin (1/11/2021).

Komunike akhir ini dikeluarkan pada Minggu (31/10) di akhir konferensi tingkat tinggi (KTT) yang berlangsung selama dua hari, dan menjelang pertemuan yang lebih luas di KTT Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Baca Juga: Harga Batu Bara Melonjak, Pengusaha Minta Pemerintah Intervensi

Para pemimpin di Roma sepakat membahas upaya untuk mencapai tujuan pembatasan pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius, sejalan dengan komitmen global yang dibuat pada 2015 dalam KTT Iklim di Paris.

Dalam Perjanjian Iklim Paris itu disepakati untuk menjaga pemanasan global “jauh di bawah” dua derajat Celsius di atas tingkat pra-industri, dan sebaiknya hingga 1,5 derajat Celsius.

“Kami menyadari bahwa dampak perubahan iklim pada 1,5 derajat Celsius lebih rendah daripada 2 derajat Celsius. Menjaga 1,5 derajat Celsius akan membutuhkkan langkah-langkah dan komitmen yang bermakna dan efektif dari semua negara," menurut komunike tersebut seperti dilaporkan oleh kantor berita Reuters melaporkan petikan komunike itu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan meskipun orang-orang kecewa pada pemimpin Rusia dan China yang tidak menunjukkan komitmen tentang perubahan iklim, para pemimpin yang datang menunjukkan “kemajuan signifikan.

Baca Juga: Alasan Sri Mulyani Hentikan Pembangunan Proyek PLTU

"Saya kira kita akan melihat kemajuan signifikan dan banyak hal lain yang harus dilakukan,” ujar Biden sambil menggarisbawahi bahwa hal ini mengharuskan kita untuk tetap fokus pada apa yang tidak dilakukan oleh China, Rusia dan Arab Saudi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya