JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi guru mengajarkan murid SD hingga SMA kelola keuangan negara melalui APBN.
Hal ini merupakan program Kemenkeu Mengajar. Lebih dari 2.300 relawan Kemenkeu Mengajar akan terjun langsung menyebarkan semangatnya di 342 sekolah-sekolah yang ada di penjuru Indonesia dan di 10 sekolah Indonesia luar negeri di 6 negara.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim turut mengajar di Kelas Bersama Menteri hari ini secara virtual.
"Dalam program Kemenkeu Mengajar, kita akan share atau membagi apa yang sebetulnya menjadi tugas dari Kementerian Keuangan, tapi nampaknya dari tayangan video siswa, adik-adik sudah makin canggih dan memahami fungsi keuangan negara seperti apa. Saya sangat senang, ini berarti tugas kita untuk terus menyampaikan kepada masyarakat, terutama anak muda mulai dari SD sampai SMA sudah membuahkan hasil," ungkap Sri Mulyani, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga: Impian Sri Mulyani saat Kecil Ingin Jadi Guru
Jika generasi muda memahami mengenai keuangan negara, maka Indonesia berada di tangan mereka. Dan Sri Mulyani yakin bahwa Indonesia akan menjadi makin baik.
"Ini peran pemerintah saat dunia menghadapi pandemi COVID-19 selama 1 tahun 8 bulan yang tidak pandang bulu daerah mana, semua umat manusia mengalami. Virus ini transmisinya cepat sekali, apalagi dia berubah atau mengalami mutasi, dan perubahannya kadang membuat mereka lebih ganas dan lebih cepat menular, bahkan menelan banyak korban jiwa serta mengganggu perekonomian," katanya.
Bahkan, pandemi ini mengubah gaya hidup dan pola aktivitas masyarakat yang menjaga jarak, menerapkan protokol kesehatan ketat, dan bekerja dari rumah (WFH). Sri menekankan, dalam menghadapi situasi ini, menyelamatkan nyawa dan perekonomian bukanlah dua hal yang terpisah.
"Kita tidak ingin memilih pilihan yang tidak mungkin, karena dua-duanya penting bagi masyarakat kita. Karena kalau masyarakat tidak bertemu dan berinteraksi, ekonomi akan mandeg dan merosot, itu akan menyulitkan masyarakat. Mereka bisa kehilangan pekerjaan, pendapatan, dan kalian tidak bisa bersekolah," tutur Sri Mulyani di hadapan para siswa.