IHSG Pekan Depan Rawan Koreksi, Intip Rekomendasi Saham Berikut

Anggie Ariesta, Jurnalis
Sabtu 27 November 2021 14:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan pekan depan rawan koreksi (Ilustrasi: Okezone)
Share :

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan masih rawan terkoreksi. Namun, koreksi IHSG bisa jadi peluang untuk investor mengoleksi saham-saham yang turun signifikan.

"Namun kecenderungan sudah mendekati area support yang kuat di level 6.720, sementara beberapa hari ini cenderung bergerak ke atas jadi untuk medium term saham BBNI masih oke tapi untuk long term cenderung sideways malah sebenarnya," ujar Senior Fund Manager Pacific Capital Investment, Parningotan Julio, Sabtu (27/11/2021).

Baca Juga: IHSG Sepekan Anjlok 2,36%, Diwarnai Aksi Ambil Untung

Dengan menguji area support tersebut sebenarnya investor bisa untuk speculative buy karena resisten jadi lebih baik, 6.725 - 7.125 merupakan level yang masih cenderung naik.

"BBNI masih akan menguji level tertingginya di 7.570, tapi untuk sekarang saya rasa masih akan mendekati dulu atau menguji dulu resisten 7.125 tadi," katanya.

Baca Juga: IHSG Anjlok 2% Dipicu 'Serangan' Varian Baru Covid-19

Selanjutnya dari emiten batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada perdagangan terakhir koreksi di 2.600. Menurut Parningotan, posisi sekarang relatif sudah mulai mendekati area support dari level 2.560 - 2.500, jadi dengan asumsi demikian support seperti sekarang bisa jadi area pembelian.

"Dengan harga batu bara yang sangat tinggi, seharusnya kinerja keuangan sudah cukup bagus PTBA, bisa dijadikan sebagai alternatif untuk buy on weakness," ujarnya.

Selanjutnya ada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang pada perdagangan terakhir mengalami penguatan, bahkan proyeksi ke depan masih bisa menguat. Untuk sektor telekomunikasi, TLKM masih resilient dibanding saham yang lain seperti ISAT yang masih menguat, seperti menjadi defensif.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya