JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk terungkap mempunyai utang mencapai Rp139 triliun. Utang maskapai penerbangan ini disinyalir disebabkan oleh mahalnya sewa pesawat, korupsi, hingga kesalahan berbisnis.
Saat ini, berstatus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara dari PT Mitra Buana Korporindo kepada Garuda Indonesia. Selain itu, Garuda Indonesia juga mempunyai utang di Traveloka.
Berikut lima fakta Garuda Indonesia yang berstatus PKPU hingga memiliki utang di Traveloka, seperti yang telah dirangkum oleh Okezone, di Jakarta, Sabtu (11/12/2021).
1. Garuda Indonesia Sandang Status PKPU
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, status PKPU yang diemban perusahaan bukan berarti pihaknya mengalami kepailitan.
Baca Juga: Berstatus PKPU, Dirut Garuda Punya Waktu 45 Hari Ajukan Proposal Damai
"Perlu kita pahami bersama bahwa proses PKPU bukanlah proses kepailitan. Proses ini memberikan ruang bagi Garuda untuk bernegosiasi dengan kreditur dalam koridor hukum," ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Kamis (9/12/2021).
2. Hasil Putusan PKPU
Irfan menjelaskan putusan PKPU sementara ini memberikan perusahaan waktu 45 hari untuk mengajukan proposal perdamaian yang memuat rencana restrukturisasi kewajiban usaha terhadap kreditur.
Dia juga menjamin, kegiatan operasional maskapai akan tetap berjalan secara normal.
Baca Juga: Ini 6 BUMN 'Berlabel' Utang Terbesar, Ada yang Mau Sampai Bangkrut
"Garuda berkomitmen untuk senantiasa mengoptimalkan ketersediaan layanan penerbangan yang aman dan nyaman untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, maupun pengangkutan kargo bagi sektor perekonomian nasional," katanya.
3. Adanya Utang di Traveloka
Mantan Komisaris Garuda Indonesia Peter F Gontha mengungkap Garuda Indonesia mempunyai utang ke perusahaan penyediaan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel, Traveloka hingga ratusan miliar rupiah.
"Jadi selama ini Garuda ini tidak punya uang. Selama bulan-bulan terakhir ini dan saya sangat berkeberatan mereka pinjam uang dari Traveloka," kata dia.
4. Pelunasan Utang ke Traveloka
Untuk melunasi utang perusahaan, manajemen memutuskan bila pendapatan atas penjualan tiket pesawat Garuda melalui platform Traveloka menjadi hak milik perusahaan penyediaan layanan tersebut.
"Jadi tiketnya sudah dipajang, jadi ke depan kalau tiket dibayar lewat Traveloka, uangnya bukan buat Garuda, buat Traveloka dan bukan Rp10-Rp20 miliar, ratusan miliar. Tapi mungkin sudah diselesaikan," tutur Peter saat ditemui di kawasan DPR RI.
5. Rincian Utang Garuda Indonesia
Secara keseluruhan, utang Garuda Indonesia mencapai USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun. Adapun rinciannya, utang kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat sebesar USD 6.351 juta atau setara Rp90,2 triliun
Ada pula, komposisi utang terbesar kedua adalah bank yakni USD 967 juta atau setara Rp13,8 triliun. Kemudian, OWK, Sukuk, KIK EBA sebesar USD 630 juta atau setara Rp9 triliun.
Lalu, utang vendor BUMN sebesar USD 595 juta atau setara Rp8,4 triliun., utang vendor swasta dengan nilai USD 317 juta atau Rp4,5 triliun dan liabilitas lainnya senilai USD 751 juta atau Rp10,7 triliun.
(Feby Novalius)