Proses pembangunan yang memakan waktu 12 bulan ini telah mengantongi izin pengoperasian tanggal 6 Desember 2021 melalui surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 1514/KPTS/M/2021.
"Kontribusi Astra Infra dalam pembangunan tol akses ini akan menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bentuk perwujudan filosofi Astra, yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara," katanya.
Adapun tarif yang dikenakan untuk Gerbang Tol (GT) Cikopo ke Kertajati Utama, kendaraan golongan I Rp 79.000; golongan II dan III Rp 130.500; dan golongan IV dan V Rp 163.500.
Sedangkan dari GT Kalijati besaran tarif golongan I Rp 54.000; golongan II dan III Rp 89.500; golongan IV dan V Rp 112.000. Sementara untuk tarif dari GT Subang ke Kertajati Utama, golongan I Rp 44.000; golongan II dan III Rp 72.500, golongan IV dan V Rp 90.500.
Untuk GT Cikedung, golongan I Rp 17.500; golongan II dan III Rp 29.000; golongan IV dan V Rp 36.000. Tarif dari GT Sumberjaya ke Kertajati Utama, golongan I Rp 14.500; golongan II dan III Rp 24.500; golongan IV dan V Rp 30.500.
Sedangkan dari GT Palimanan, golongan I Rp 28.500; golongan II dan III Rp 46.500; golongan IV dan V Rp 58.500. Selanjutnya dari GT Kalijati besaran tarif golongan I Rp 54.000; golongan II dan III Rp 89.500; golongan IV dan V Rp 112.000.
Sebagai informasi jalan tol akses BIJB Kertajati dibangun dengan panjang 3,38 km yang dibangun pada September 2021 dan saat ini telah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi pada 6 Desember 2021.
(Taufik Fajar)