JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan soal pengusaha yang meminta agar Pilpres diundur.
Menurut dia, pemulihan ekonomi dipengaruhi oleh kondisi politik yang juga stabil. Jika keadaan politik tidak stabil atau ada pergantian kepemimpinan, maka pemulihan ekonomi akan terhambat.
Baca Juga: Bahlil: Tidak Benar Investasi Indonesia Hanya Dikuasai Sebagian Negara
"Apa mungkin pemulihan ekonomi itu terwujud kalau tak ada stabilitas? Omong kosong bicara pemulihan ekonomi tanpa stabilitas, itu terkait persoalan hukum dan keamanan, instrumennya politik," ungkap Bahlil dalam Indonesia Economic Outlook 2022 HIPMI, Selasa (25/1/2022).
Kemudian kata dia, pada akhirnya semua pihak akan dihadapkan dua pilihan, yaitu memulihkan ekonomi dan kesehatan negara dari pandemi atau melakukan kontestasi politik di tengah pandemi yang belum usai.
"Jadi teman-teman harus berpikir cerdas, negara ini butuh apa? Butuh pengendalian Covid-19 dan butuh pemulihan ekonomi untuk lapangan kerja ada, atau butuh demokrasi dengan konteks pemilu?" tanyanya.
Baca Juga: Cerita Bahlil soal 'Hantu' Pengganggu Investasi Rp708 Triliun
Menurutnya, hal itu wajar didiskusikan. Justru, semua akan menjadi jelas jika masing-masing pihak bisa memberikan pendapatnya. "Kenapa harus tabu? Silakan aja diskusikan, ini bukan barang haram untuk dibicarakan," pungkasnya.
Sebelumnya, Bahlil menyatakan kalangan dunia usaha alias pengusaha berharap pemilu 2024 bisa diundur di tengah masa pemulihan ekonomi.
Hal tersebut diungkapnya kala mengomentari temuan survei tentang perpanjangan pemerintahan Presiden Jokowi hingga 2027 mendatang. Pasalnya, Bahlil melihat saat ini kondisi di seluruh negara di dunia tengah menghadapi dua persoalan besar, yakni pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi pascapandemi.
"Jika melihat dunia usaha. Rata-rata mereka (pengusaha) berpikir, bagaimana proses demokrasi dalam konteks peralihan kepemimpinan jika ada ruang dapat diundur?" pungkasnya.
(Taufik Fajar)