"Saya rugi kalau tidak ada tempe, rugi besar bener," ujar Zumiatun kepada MNC Portal Indonesia, Senin (21/2/2022).
Zumiatun menjelaskan, dirinya sudah berjualan produk olahan kedelai seperti tempe dan tahu sejak lama.
"Saya sudah sejak tahun 90-an berjualan tempe, setiap hari yang nganterin 5 orang," ucapnya.
BACA JUGA:Harga Kedelai Mahal, Mendag Punya Kebijakan Khusus: Nanti Saya Umumkan
Menurut Zumiatu saat ini tempe dan tahu merupakan makanan yang murah hingga mudah dijumpai masyarakat.
Ketika produksi tempe dihentikan, menurutnya akan banyak orang yang dirugikan.