Iwan mencontohkan misalnya para petani, mereka masuk dalam kategori informal karena tidak memiliki slip gaji, namun sebenarnya kemampuan membayarnya cukup tinggi. "Jadi mungkin solusi yang tepat adalah pemetaan sektor MBR informal untuk selanjutnya dijadikan Grand Design Perumahan Segmen MBR Informal,” pungkas Iwan.
Backlog kepemilikan perumahan saat ini mencapai 11 juta dan backlog keterhunian mencapai 7,6 juta. Dari 93% backlog kepemilikan perumahan sebagian besar merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sejumlah 33% dan masyarakat miskin sejumlah 60%, dan seluruhnya didominasi oleh segmen MBR informal.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)