Pihaknya memperkirakan peningkatan sanksi lebih lanjut terhadap bank-bank Rusia.
Untuk sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat juga akan secara nyata melemahkan potensi pertumbuhan PDB Rusia relatif terhadap penilaian lembaga pemeringkat sebelumnya sebesar 1,6 persen.
Saat ini Rusia telah menerima sanksi secara signifikan, yang menyebebakan negara tersebut gagal membayar utang pemerintah dalam dolar dan pasar internasional lainnya.
BACA JUGA:Seminggu Bungkam, Rusia Akui Hampir 500 Tentaranya Tewas di Ukraina
Karena sanksi itu, Rusia menaikkan suku bunga acuannya menjadi 20 persen, dan melarang broker negaranya menjual sekuritas yang dipegang oleh orang asing.
Serta memerintahkan perusahaan-perusahaan pengekspor untuk menopang rubel dan mengatakan akan menghentikan investor asing menjual aset.
Selanjutnya, pemerintah juga berencana untuk memanfaatkan Dana Kekayaan Nasional (NWF), sebagai bantalan keuangannya.
(Zuhirna Wulan Dilla)