Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Hendrawan Soetanto menambahkan, pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam pemeliharaan sapi perah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti lahan pertanian sempit, bahan pakan yang umumnya merupakan hasil samping atau sisa pertanian, serta sebagian besar pakan konsentrat yang belum memiliki NPP.
Tata laksana pemberian pakan sapi perah di Indonesia juga pada umumnya masih kurang baik, termasuk dalam penentuan formulasinya. Menurutnya, proporsi protein, mineral, vitamin dan buffers dapat dicampur dalam proporsi seimbang dalam pakan pellet.
“Selain itu aktivitas management peternakan sapi perah harus dilakukan secara menyeluruh dari management lahan dan ternak muda, hingga nilai tambah susu,” ujarnya.
(Feby Novalius)