JAKARTA - Presiden Joko Widodo resmi melantik Kepala dan Wakil Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yakni Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe.
Di mana nantinya, mereka akan bertugas merampungkan proyek ibu kota baru di Kalimantan Timur.
BACA JUGA:Pembangunan IKN Nusantara, Jokowi Minta Otorita Rekrut Orang Daerah
Berikut ini dikutip Okezone.com, Sabtu (11/3/2022), 5 fakta soal kepala IKN:
1. Dihubungi Jokowi
Bambang Susantono mengaku dihubungi oleh Presiden Joko Widodo dua minggu sebelum pelantikan.
"Kami sendiri dikontak sekitar dua minggu yang lalu," ujar Bambang usai dilantik di Istana Negara yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (10/3/2022).
Bambang mengungkapkan kalau Presiden Jokowi menitipkan beberapa hal.
"Kami memang sudah ada diskusi awal dengan bapak presiden dan titipan dari bapak presiden salah satunya tadi kota itu harus membangun peradaban baru beliau menginginkan kota ini kota percontohan yang tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga kalau bisa is a global city," katanya.
2. Tugasnya
Tugas untuk Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe adalah menyelesaikan sejumlah aturan turunan UU IKN dan mempersiapkan kelengkapan organisasi.
Lalu, berkoordinasi dengan Bappenas dan kementerian untuk mempersiapkan rancangan IKN.
"Karena kalau lihat pengalamannya, mereka adalah kombinasi yang cukup baik dari segi profesionalisme," jelas Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Wandy Tuturoong dihubungi di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (10/3/2022).
BACA JUGA:Instruksi Lengkap Jokowi pada 2 Pemimpin Otorita IKN Nusantara
3. Portofolio Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe
Bambang Susantono disebut memiliki keahlian di bidang transportasi, infrastruktur dan perhubungan.
Dia juga mempunyai pengalaman di bidang manajemen dan lembaga internasional dan pengalaman di pemerintahan.
Sementara, hony Rahajoe memiliki pengalaman dalam pengelolaan BSD, yakni kota satelit, yang sukses.
4. Harapan Presiden Jokowi
Presiden Jokowi menyebut bahwa Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe merupakan kombinasi yang sangat baik.
"Kita tahu baru saja kita lantik pak Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita dan bapak Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita menurut saya adalah sebuah pilihan kombinasi yang sangat baik," ujar Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas pembahasan IKN yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (10/3/2022).
Presiden Jokowi berharap Bambang dan Dhoni dapat bekerja cepat untuk IKN.
"Saya ingin beliau berdua bekerja dengan cepat terutama yang berkaitan dengan kelembagaaan segera diselesaikan. Kemudian masalah pertanahan nanti diserahterimakan dengan pak menteri BPN sehingga bisa secepatnya juga bisa diselesaikan terkait dengan status tanah kawasan IKN," pintanya.
5. Harta Kekayaan
Bambang Susantono juga merupakan mantan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2009-2014.
Dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2014, harta kekayaannya mencapai Rp3.929.537.807 (Rp3,9 miliar) dan USD51.846 Amerika Serikat.
Dia memiliki tanah dan bangunan di Tangerang Selatan serta tanah di Bogor dan Tangerang Selatan dengan total senilai Rp2.053.608.000.
Kemudian, harta bergerak lainnya dengan total nilai mencapai Rp668,5 juta.
Di mana harta itu meliputi logam mulia, batu mulia, barang seni dan antik, hingga benda bergerak lainnya.
Harta tersebut diperoleh baik dari hasil sendiri maupun warisan.
Adapun harta lainnya, yakni giro dan setara kas lainnya senilai Rp899.593.436 dan USD51.846. Bambang tercatat memiliki utang senilai Rp162.163.629.
Tercatat pula lima unit sepeda dengan total nilai Rp20 juta, mobil Toyota Rush tahun 2010 senilai Rp100 juta, mobil Nissan Serena tahun 2013 senilai R 350 juta. Jiika ditotal, nilainya mencapai Rp470 juta.
(Zuhirna Wulan Dilla)