Indeks Dolar AS Menguat Didukung Pernyataan The Fed

Antara, Jurnalis
Jum'at 25 Maret 2022 06:48 WIB
Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Indeks dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia untuk keempat kalinya dalam lima sesi terakhir pada Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat karena data ekonomi di pasar tenaga kerja membantu ekspektasi kuat Federal Reserve AS akan lebih agresif dalam mengambil langkah-langkah untuk mengekang inflasi.

Klaim pengangguran awal mingguan turun ke penyesuaian musiman 187.000 minggu lalu, level terendah sejak September 1969 dan di bawah perkiraan 212.000.

Sementara pesanan barang tahan lama secara tak terduga turun pada Februari karena pengiriman melambat, permintaan barang tetap kuat. Selain itu, ukuran aktivitas bisnis untuk Maret naik ke level tertinggi delapan bulan.

Data dan komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve telah memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih dari 25 basis poin di pertemuan kebijakan berikutnya pada Mei. Ekspektasi untuk kenaikan 50 basis poin pada pertemuan itu adalah 70,5%, menurut alat FedWatch CME.

"Dolar terus menjadi seperti mesin penggerak di sini, cukup banyak berjalan di atas siapa pun yang mengambil posisi short terhadapnya," kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto.

"Data yang kami lihat tentu mendukung kasus untuk beberapa kenaikan 50 basis poin tahun ini, dan itu mendorong ujung depan kurva dan membuat dolar mengungguli hampir setiap mata uang utama serta mata uang terkait komoditas, merupakan sesuatu yang mengejutkan."

Ketua Federal Reserve Jerome Powell baru-baru ini meningkatkan kemungkinan menaikkan suku bunga lebih dari 25 basis poin pada pertemuan mendatang, sikap lebih agresif yang digemakan oleh pembuat kebijakan lain ketika mereka berusaha untuk mendinginkan kenaikan inflasi, yang telah mendukung greenback akhir-akhir ini.

Pada Kamis (24/3/2022), Presiden Fed Chicago, Charles Evans mengatakan dia akan nyaman menaikkan suku pada setiap pertemuan Fed hingga Maret mendatang sebesar 25 basis poin setiap kali tetapi "berpikiran terbuka" tentang kemungkinan kenaikan 50 basis poin.

Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan keadaan pasar perumahan AS akan membantu membentuk kebijakan moneter dan tampaknya tidak ada pendinginan yang terlihat untuk biaya rumah yang lebih tinggi, meskipun Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari pada Kamis (24/3/2022) mengatakan dia telah mencatat tujuh perempat poin kenaikan suku bunga tahun ini dan memperingatkan agar tidak berlebihan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya