Kemudian, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata sebesar USD1.116,82/WE atau naik sebesar 17,46%; konsentrat pasir besi (lamela magnetit- ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata sebesar USD 76,37/WE atau naik sebesar 3,30%; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata sebesar USD502,48/WE atau naik sebesar 2,16%.
Berikunya, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata sebesar USD1.523,48/WE atau naik sebesar 2,32% dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata sebesar USD47,03/WE atau naik sebesar 10,35%.
BACA JUGA:Kemendag Buka Suara soal Tersangka Mafia Minyak Goreng
Sedangkan untuk konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD221,68/WE dan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54%) dengan harga rata-rata USD117,98/WE tetap tidak mengalami perubahan.
Sama halnya dengan periode-periode sebelumnya, sambung Wisnu, penetapan HPE periode April 2022 ini dilakukan dengan terlebih dahulu meminta masukan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sedangkan untuk perhitungan usulan harga diperoleh dari berbagai sumber, seperti Asian Metal, Iron Ore Fine Australian, dan London Metal Exchange (LME).
Kemudian, HPE ditetapkan setelah dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, antara lain Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
(Zuhirna Wulan Dilla)