JAKARTA - Pemerintah terus mendorong perluasan pasar bagi produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia ke pasar internasional, khususnya sektor makanan dan minuman, di tengah ketidakpastian perdagangan global.
Upaya ini dilakukan melalui penguatan promosi ekspor dan pembukaan akses ke rantai pasok regional agar pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Dalam ajang internasional di Singapura, sebanyak 40 perusahaan produsen dan eksportir skala UMKM turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Produk yang ditampilkan meliputi madu, bumbu organik, produk pertanian, serta aneka makanan dan minuman.
Selama kegiatan berlangsung, tercatat 14 kontrak ekspor dengan nilai USD3,17 juta atau sekitar Rp54,5 miliar. Selain itu, terdapat potensi transaksi lanjutan yang diperkirakan mencapai USD10,3 juta atau sekitar Rp177 miliar, mencakup produk mi instan sehat, makanan ringan organik, produk perikanan, susu, hingga aneka rempah.
Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, menekankan pentingnya peran pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mendukung UMKM agar mampu menembus pasar global.
“Di tengah ketidakpastian perdagangan global, penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perdagangan untuk hadir mendukung UMKM, mulai dari pembinaan, pembiayaan, hingga promosi ke pasar ekspor global,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyatakan bahwa promosi berkelanjutan menjadi kunci untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM Indonesia.