Harga Minyak Merosot Imbas Sanksi Ekspor Energi dari Rusia

Antara, Jurnalis
Jum'at 08 April 2022 07:48 WIB
Minyak mentah merosot. (Foto: Reuters)
Share :

Sementara, di China, banyak wabah virus telah mendorong penguncian yang meluas di Shanghai, kota terpadat.

"Situasi permintaan di China benar-benar tidak terlihat bagus, terutama ketika kami memiliki begitu banyak pasokan baru di pasar," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Sebagai informasi, pada Rabu (6/4/2022), negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) sepakat untuk melepaskan 60 juta barel di atas pelepasan 180 juta barel yang diumumkan oleh Amerika Serikat pekan lalu untuk membantu menurunkan harga bahan bakar. Jepang akan melepaskan 15 juta barel minyak dari cadangan negara dan swasta, kantor berita Jepang Kyodo melaporkan.

"Meskipun ini adalah rilis terbesar sejak stok dibuat pada tahun 1980, itu akan gagal untuk mengubah fundamental di pasar minyak," kata bank ANZ tentang pelepasan cadangan AS.

 BACA JUGA:Minyak Mentah Rebound, WTI Dibanderol USD81,5/Barel

Adapun ANZ mengatakan rilis itu mungkin akan menunda peningkatan lebih lanjut dalam produksi dari produsen dan dapat memberi OPEC+ lebih banyak "ruang bernapas di tengah seruan untuk meningkatkan produksi lebih lanjut."

Dilanjut dengan, analis lain melihat rilis persediaan sebagai bantuan besar di tengah kekhawatiran atas ketatnya pasar.

"Mengingat jumlah ini, kekhawatiran sebelumnya tentang ketatnya pasokan tidak lagi dapat dibenarkan, seperti juga dapat dilihat dari tren harga," kata Commerzbank, mencatat harga Brent telah jatuh sekitar 12 dolar AS per barel sejak pengumuman pertama rilis AS minggu lalu.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya