JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta BLT minyak goreng diberikan sebelum hari raya Idul Fitri. Di mana BLT minyak goreng diberikan untuk meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga.
Jokowi meminta penyaluran dipercepat dan minggu ini harus sudah disalurkan sebagian.
"Yang berkaitan dengan bantuan sosial, saya harapkan baik PKH dan lain-lain plus yang kemarin BLT minyak goreng bisa disalurkan secepat-cepatnya sebelum lebaran tiba. syukur dalam minggu-minggu ini sudah bisa sebagian sudah tersalurkan," ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi menegaskan bahwa bantuan sosial tersebut sangat berarti bagi masyarakat. Bahkan uang BLT sebesar Rp300 ribu itu dinilai sangat berharga bagi masyarakat.
"Bukan apa apa mungkin kita tuh gak merasakan, tapi 300 ribu bagi rakyat pas mau lebaran dapat itu, rasanya itu saya bisa merasakan betul itu senangnya kalau bisa memegang uang itu, yang bisa dipakai untuk membeli minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya," ungkapnya.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menolak usulan pemerintah yang ingin memberikan subsidi minyak goreng melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp300 ribu kepada para buruh.
Menurut Said Iqbal, program BLT merupakan ladang korupsi para pejabat yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut disimpulkan Said Iqbal setelah melihat beberapa kasus kebelakang terkait korupsi bantuan sosial ketika pandemi covid-19.
"BLT hanya gudang korupsi, semua Mensos kasus-kasus KPK karena BLT dan bansos," kata Said Iqbal
Baca Selengkapnya: 6 Fakta BLT Minyak Goreng Rp300.000 Cair, Nomor 4 Buruh Singgung Korupsi Bansos
(Taufik Fajar)