5 Fakta Harga Pertalite Dikabarkan Naik Rp3.000, Nomor 3 Penjelasan Pertamina

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 15 April 2022 12:42 WIB
Isu Harga BBM Pertalite Bakal Naik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
Share :

4. Hati-Hati dengan Kenaikan Pertalite

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pemerintah berada di posisi serba salah karena kenaikan harga tersebut.

"Kenaikan harga minyak dunia akan dibarengi dengan kenaikan ICP (Indonesian Crude Price/minyak mentah Indonesia) di mana tiap kenaikan USD1 ICP akan berdampak pada beban subsidi dan kompensasi yang harus dibayarkan ke Pertamina dan PLN," ungkapnya kepada MNC Portal Indonesia.

Dia menyebut pemerintah tidak boleh langsung menaikkan harga kebutuhan secara berbarengan karena masyarakat yang baru memulai kembali roda perekonomian setelah hampir 2 tahun dilanda pandemi.

Kini, kenaikan harga seperti PPN 11% dan BBM Pertamax membuat masyarakat menjerit. Apalagi harga sembako ikut naik jelang Idul Fitri 2022.

"Pengeluaran Idul Fitri pastinya akan lebih besar dibandingkan bulan lain. Setelah itu, bulan Juni akan memasuki tahun ajaran baru, di mana ada pengeluaran biaya sekolah anak. Jadi bisa dibayangkan beban yang harus ditanggung jika dilakukan kenaikan dalam waktu dekat," ungkapnya.

5. Kuota Pertalite Ditambah

Pemerintah berencana menambah kuota Pertalite sebanyak 5,45 juta kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter karena kelebihan kuota realisasi penyaluran sebesar 14% pada periode Januari sampai Maret 2022.

Sedangkan, kuota solar diusulkan bertambah sebanyak 2,28 juta kiloliter menjadi 17,39 juta kiloliter. Pemerintah menambah kuota solar subsidi karena BBM jenis ini juga mengalami kelebihan kuota realisasi penyaluran sebanyak 9,49% periode Januari sampai Maret 2022 akibat peningkatan aktivitas pertambangan dan perkebunan karena harga komoditas global yang naik.

Pada APBN 2022, volume kuota Pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter dengan angka realisasi 6,48 juta kiloliter sampai dengan 2 April 2022, sehingga menyisakan kuota Pertalite sebanyak 16,57 juta kiloliter. Adapun volume kuota Solar subsidi sebanyak 15,10 juta kiloliter dengan realisasi penyaluran mencapai 4,08 juta kiloliter dan menyisakan kuota sebanyak 11,02 juta kiloliter.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya