"Kita bicara soal banjir, lalu lintas, dan penurunan tanah di Jakarta," ucapnya.
Menurutnya, dengan memindahkan IKN, pemerintah Indonesia berusaha mengembangkan ekosistem tiga kota.
Di mana untuk diarahkan sebagai katalisator bagi Kalimantan Timur dengan mendorong pembangunan ekonomi masa depan melalui kerja sama segitiga kota yakni Samarinda, Balikpapan, dan IKN.
BACA JUGA:Benarkah IKN Nusantara Berpotensi Krisis Air Bersih?
Adapun untuk Samarinda sebagai jantungnya yaitu pusat sejarah Kalimantan Timur dengan sektor energi yang diremajakan. Balikpapan sebagai otot, yakni hilir migas dan logistik Kalimantan Timur. Sedangkan IKN sebagai pusat syaraf, inti pemerintah dan pusat inovasi hijau.
Dia menambahkan visi IKN adalah menjadi kota yang paling berkelanjutan, menjadi simbol identitas nasional, dan menjadi pendorong ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.
Lalu, IKN juga dirancang sebagai pusat ibu kota dengan membentuk lingkungan yang dibangun dengan sistem kota pintar yang terintegrasi dan hidup selaras dengan alam.
"IKN bukan hanya kota pintar, tapi juga tempat modern yang memenuhi standar infrastruktur kelas dunia," katanya.
(Zuhirna Wulan Dilla)