JAKARTA - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, pelonggaran mobilitas masyarakat untuk mudik tahun ini akan mendorong permintaan diberbagai sektor. Mulai dari jasa transportasi, pakaian, makanan minuman, perhotelan hingga jasa telekomunikasi.
"Indikasi dampak Lebaran sendiri sudah dirasakan dengan adanya pemulihan sektor transportasi yang sudah terlihat sebelum Ramadan," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (27/4/2022).
Dia menerangkan, penyaluran kredit modal kerja sektor transportasi pada Januari 2022 tumbuh 9,5 persen yoy lebih tinggi dari Januari tahun sebelumnya yang hanya 5,9 persen yoy.
BACA JUGA:Harga Tiket Pesawat Mahal saat Lebaran, Erick Thohir Ungkap Penyebabnya
"Hal yang sama terjadi pada kredit investasi tumbuh 12,5 persen di periode yang sama," sambungnya.
Pelaku usaha di sektor jasa transportasi, khususnya darat, kata Bhima juga mulai berekspansi kembali dengan menambah armada, atau menambah rute serta frekuensi baru.
"Bahkan ada juga yang kembali merekrut karyawan untuk persiapan arus mudik nanti," ucapnya.
Bhima menambahkan, pada puncak mudik tahun ini diperkirakan sektor transportasi darat akan menjadi pilihan karena biayanya lebih murah dibanding membawa kendaraan pribadi.
Hal itu sebagai imbas naiknya BBM jenis Pertamax, sehingga pemudik akan memilih transportasi umum.
BACA JUGA:Intip Persiapan Jalan Tol Seluruh RI saat Arus Mudik Lebaran 2022
"Dibanding kuartal ke II 2021, gabungan antara pelonggaran mobilitas dan naiknya THR akan mendorong pemulihan arus kas perusahaan transportasi," pungkasnya.
Sementara itu, untuk sektor pariwisata, Ekonom ini memperkirakan pertumbuhannya jauh lebih tinggi dibanding dua tahun sebelumnya dengan tingkat okupansi hotel di kisaran 70 persen hingga 80 persen.
"Selain itu, tempat rekreasi dan fasilitas pendukung wisata akan terdorong dengan momen mudik," katanya.
(Zuhirna Wulan Dilla)