"Jadi saya tekankan lagi teknikal skill harus diutamakan. Kalau kalian mau maju di mana pun kalian berada teknikal skill nya harus dijaga terus," tambahnya.
Kemudian, kiat kedua adalah stamina.
Baginya, jika stamina SDM bagus maka kecepatan dalam bekerjanya pun juga bagus.
"Coba kalau mau mulai kerja udah loyo, kerjanya pasti lambat. Bakal ketinggalan pasti," imbuhnya.
Lagi-lagi dia memberikan contoh, apabila dalam suatu rapat pemimpin dan karyawan memiliki stamina yang bagus, rapat cukup berjalan 30 menit dan sudah mendapatkan keputusan yang tepat.
Namun, jika stamina pemimpin dan karyawannya buruk, rapat 3-4 jam pun tidak akan selesai dan tidak mendapatkan keputusan yang tepat.
"Saya kalau rapat pasti siap. Supaya apa? dalam waktu yang singkat saya bisa mengambil keputusan yang tepat. Kalau rapat semuanya nggak siap, anggota rapatnya ngobrol semua atau tukang gosip tiga sampai empat jam belum tentu kelar. Kebiasaan seperti itu jangan dilakukan harus dihilangkan budaya itu," tegasnya.
Kiat yang terakhir adalah jiwa fighter.
BACA JUGA:3 Provider dengan Peringkat Latency Terbaik, Salah Satunya MNC Play
Dia mendorong para karyawannya untuk memiliki jiwa fighter.
Dengan kata lain tidak pantang menyerah jika belum sampai pada tujuan yang seharusnya didapatkan.
"Gimana pun caranya harus menang. Kalau orang kerja di dunia usaha jangan berhenti mencoba sampai kamu mendapatkannya. Never give up.
Kalau orang punya mentalitas seperti ini akan top dimanapun dia berada," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)