JAKARTA - Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar memberikan penjelasan terkait harga minyak dunia yang melambung tinggi.
"Sejumlah lembaga ekonomi dunia memprediksi bahwa harga minyak yang saat ini berkisar antara USD 110 - USD 120 per barel, masih bisa melonjak tinggi," tulisnya dikutip dari laman resmi akun Instagramnya @arcandra.tahar pada Jumat (10/6/2022).
Hal itu dia sebut karena beberapa faktor.
"Pertama, perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan pasokan minyak ke pasar global berkurang," ungkapnya.
BACA JUGA:Masalah Minyak Goreng RI Tak Kunjung Selesai, Kenapa?
Apalagi Rusia sebagai produsen minyak nomor tiga terbesar di dunia.
"Selama ini Rusia memasok sekitar 11% dari kebutuhan minyak dunia. Dari pasokan ini, sekitar 4% digunakan untuk ekspor ke negara lain," jelasnya.
Rusia dikenakan sanksi untuk tidak mengekspor minyak mentahnya.