"Kalau pun ada, tentunya tidak melalui mekanisme pasar wajar dan jumlahnya terbatas," ucapnya.
Dia menegaskan kalau terhentinya ekspor minyak Rusia ini juga akan menjadi persoalan.
Karena tidak mudah untuk menghentikan produksi dari lapangan yang sedang berproduksi.
"Sanksi yang dikenakan ke Rusia ini juga berakibat pada berkurangnya kegiatan drilling, tertundanya berbagai inisiatif atau project untuk menaikkan produksi dan berkurangnya akses terhadap peralatan dan teknologi," bebernya.
"Dapat dibayangkan ketika nanti krisis Rusia-Ukraina berakhir, produksi minyak Rusia bisa anjlok sementara kebutuhan minyak meningkat, maka harga minyak dunia bisa lebih tidak terkendali lagi," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)