Harga tergelincir lebih dari 2,0% sesi sebelumnya setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,75%, kenaikan terbesar sejak 1994.
"Begitu Anda menaikkan suku bunga setinggi itu, dan juga Anda tahu itu akan terjadi bulan depan, banyak pelanggan ritel mengalami kesulitan berdagang begitu Anda mulai menaikkan biaya perdagangan mereka," kata Robert Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.
Pada Kamis (16/6/2022), saham-saham Eropa jatuh setelah kenaikan suku bunga yang mengejutkan dari bank sentral Swiss (SNB). Langkah ini diikuti oleh kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (BoE).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)