"Kita mau coba genomik itu bisa sampai 10 ton lebih. Genomik itu tadi, Malaysia sudah bisa kemarin datang ke saya produksi sudah 10 ton," ujar Luhut.
Mantan prajurit Kopassus itu mengatakan sejauh ini pengembangan benih di Indonesia baru GMO, sedangkan benih genomik lebih mutakhir.
"Nanti kita mau coba, harus hati-hati juga. Kita nggak mau GMO maunya genomik, beda ya. Yield-nya kita coba supaya naik," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)