JAKARTA - PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mengalami kerugian sebesar Rp13.96 miliar dari tahun sebelumnya mencatatkan laba komprehensif senlai Rp12,69 miliar.
Emiten properti ini menjelaskan, kerugian yang diderita disebabkan oleh penurunan penjualan sepanjang 2021 yang hanya mencapai Rp66,95 miliar, anjlok dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp127,19 miliar.
Direktur MPRO Suwandy mengatakan, penurunan dari segi pendapatan penjualan sampai dengan 31 Desember 2021 sebagai dampak pandemi Covid yang berkepanjangan.
Selain itu, total aset MPRO sepanjang 2021 adalah sebesar Rp1,76 triliun, turun dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,77 triliun.
Di sisi lain, total liabilitas perseroan meningkat menjadi sebesar Rp407,51 miliar dari tahun sebelumnya Rp401,81 miliar dan total ekuitas Perseroan turun menjadi Rp1,35 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,36 triliun.
Sementara di kuartal pertama 2022, perseroan membukukan pendapatan Rp11,96 miliar atau turun dari pendapatan Rp22,83 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Disebutkan laba kotor turun menjadi Rp4,06 miliar dari laba kotor Rp10,67 miliar. Lalu laba usaha turun menjadi Rp422,25 juta dari laba usaha Rp4,15 miliar.