JAKARTA - Benua Eropa dilaporkan mengalami krisis energi menjelang musim dingin.
Lima negara di Eropa yang telah menyatakan krisis energi adalah Jerman, Swedia, Belanda, Austria, dan Denmark.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, salah satu sebab krisis energi yang terjadi di Eropa adalah karena terhambatnya pasokan energi dari Rusia terutama gas.
BACA JUGA:Krisis Global, Luhut Sebut Ekonomi RI Jadi yang Terbaik
"Itu yang menyebabkan Eropa krisis energi dan sekarang kembali ke penggunaan batu bara yang sebelumnya sudah ditinggalkan," kata Fahmy kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (12/7/2022).
Dia menambahkan, peralihan dari gas ke batu bara menciptakan peluang bagi Indonesia untuk mengekspor batu bara ke negara-negara di Eropa.
"Dengan beralihnya ke batu bara tadi, ini bagi Indonesia cukup prospektif, karena selama ini Indonesia tidak pernah mengekspor batu baranya ke Eropa, dengan adanya krisis tadi kemudian ada permintaan ekspor batu bara dari Indonesia," terangnya.
Fahmy menjelaskan krisis energi yang terjadi di Eropa tidak akan membuat Indonesia mengalami hal yang sama.
"Kalau melihat beberapa indikator makro entah itu pertumbuhan ekonomi atau inflasi kurs rupiah, tampaknya Indonesia termasuk yang terselamatkan. Dengan kebijakan ekonominya, kemudian Indonesia dapat terselamatkan," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)