"Dengan beralihnya ke batu bara tadi, ini bagi Indonesia cukup prospektif, karena selama ini Indonesia tidak pernah mengekspor batu baranya ke Eropa, dengan adanya krisis tadi kemudian ada permintaan ekspor batu bara dari Indonesia," terangnya.
Fahmy menjelaskan krisis energi yang terjadi di Eropa tidak akan membuat Indonesia mengalami hal yang sama.
"Kalau melihat beberapa indikator makro entah itu pertumbuhan ekonomi atau inflasi kurs rupiah, tampaknya Indonesia termasuk yang terselamatkan. Dengan kebijakan ekonominya, kemudian Indonesia dapat terselamatkan," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)