Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya bahan baku dan bahan pendukung menjadi Rp171,64 miliar dari Rp154,54 miliar. Adapun, biaya pabrikasi naik tipis 0,87% menjadi Rp 5,40 miliar.
Beban penjualan perseroan juga naik menjadi Rp361,87 miliar dari sebelumnya Rp350,83 miliar.
Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp68,84 miliar, sedengkan beban penelitian dan pengembangan turun 6,32% menjadi Rp12,19 miliar.
Hingga akhir Juni 2022, total nilai aset SOHO tercatat sebesar Rp4,27 triliun atau naik 6,19% dibandingkan akhir Desember tahun lalu yang sebesar Rp 4,02 triliun.
Kemudian, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp1,87 triliun dan total ekuitas sebesar Rp2,39 triliun.
Manajemen SOHO memproyeksikan bahwa, bisnis sepanjang tahun 2022 masih akan dipengaruhi oleh pandemi Covid-19.
Adapun, tantangan bisnis yang dihadapi SOHO sepanjang tahun ini antara lain, jumlah kasus positif Covid-19 yang melandai dan cenderung menurunkan permintaan suplemen daya tahan tubuh.
Selanjutnya, ketidakpastian sehubungan dengan penerimaan penyedia layanan kesehatan dan konsumen atas produk baru yang diluncurkan.
Serta, pertumbuhan bisnis distribusi yang sangat bergantung pada kemampuan untuk menambah bisnis baru dan prinsipal baru secara berkelanjutan.
(Zuhirna Wulan Dilla)